Ayomakassar.com– Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melaksanakan salat Id bersama ribuan jamaah, didampingi Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar. Momentum Idulfitri tahun ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dalam menghadirkan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi masyarakat, baik dari sisi spiritual maupun aspek kesehatan.
Kehadiran Menteri Agama menegaskan pentingnya nilai ibadah yang khusyuk, sementara peran BPOM memastikan masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan konsumsi obat dan makanan yang aman, bermutu, dan terjangkau.
Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga refleksi spiritual setelah menjalani ibadah Ramadan.
“Jika obat dan makanan aman, maka ibadah pun menjadi nyaman. Idulfitri adalah momentum kembali kepada fitrah, memperkuat ukhuwah, dan menjaga harmoni kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar menegaskan bahwa selama Ramadan hingga Idulfitri, BPOM telah melakukan intensifikasi pengawasan secara nasional guna memastikan seluruh produk yang beredar memenuhi standar keamanan dan mutu.
“Alhamdulillah, kami pastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang. Obat dan makanan yang dikonsumsi telah melalui pengawasan ketat, sehingga memberikan rasa aman bagi seluruh keluarga Indonesia,” ungkapnya.
Taruna juga menambahkan bahwa keamanan pangan dan obat merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas ibadah masyarakat. “Kesehatan adalah fondasi utama dalam menjalankan ibadah. Ketika tubuh sehat, ibadah pun dapat dilakukan dengan optimal,” tambahnya.
Pelaksanaan Shalat Idulfitri di Masjid Istiqlal turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai daerah. Kebersamaan yang terjalin menjadi cerminan kuat persatuan bangsa dalam bingkai keberagaman.
Di penghujung acara, suasana haru dan penuh kehangatan terasa saat para jamaah saling bersalaman, menandai kemenangan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa.Idulfitri 1447 H tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat sinergi nasional menuju Indonesia yang sehat, harmonis, dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. (***)
