Kritik Dapur MBG, Mahasiswa Unhas Diduga Diancam Drop Out

AYOMAKASSAR.com– Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) diduga mendapat ancaman skorsing hingga drop out (DO) setelah mengkritik pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di lingkungan kampus.

Dugaan tersebut mencuat melalui unggahan akun Instagram @pustakayuridis yang berkolaborasi dengan @unhas.distopia pada Jumat (12/6/2026).

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa ancaman bermula dari postingan salah satu akun organisasi mahasiswa yang berisi kritik terhadap dapur MBG Unhas.

Unggahan tersebut diklaim membuat tidak nyaman seorang alumni Fakultas Teknik Unhas yang disebut mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 14 Tamalanrea atau dapur MBG Unhas. Akun @unhas.distopia bahkan menjulukinya sebagai “Kak SPPG”.

Menurut narasi yang diunggah akun @pustakayuridis, alumni tersebut kemudian diminta pihak dekanat untuk mengidentifikasi mahasiswa yang menyampaikan kritik terhadap program MBG.

“Alumni itu kemudian diperintahkan oleh Dekanat Fakultas Teknik untuk mengidentifikasi & memberi ultimatum (ancaman Drop Out) kepada mahasiswa yang mengkritik program MBG yang dikelola Unhas,” demikian narasi konten akun pustakayuridis.

Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa ancaman DO akan ditindaklanjuti melalui Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) Fakultas Teknik apabila mahasiswa tetap menyuarakan kritik terhadap program tersebut.

Akun @unhas.distopia menyebut MKEM berpotensi menjerat mahasiswa dengan pasal perilaku tidak menyenangkan karena mengkritik pengelolaan MBG.

Unggahan tersebut mendapat perhatian luas di media sosial. Hingga sehari setelah dipublikasikan, konten itu telah disukai lebih dari 4 ribu akun dan dibagikan ulang sebanyak 601 kali.

*Bantahan Rektorat Unhas

Menanggapi informasi yang beredar, Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, membantah adanya ancaman skorsing maupun drop out terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik terkait program MBG.

“Sehubungan informasi ini, kami tegaskan bahwa hal ini tidak benar. Tidak ada keputusan skorsing apapun yang diambil oleh fakultas maupun rektorat Unhas terkait aksi kritik terhadap MBG,” kata Ishaq dalam siaran persnya, Minggu (13/6/2026).

Menurut Ishaq, Unhas tetap menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan menyampaikan pendapat, serta ruang dialog yang sehat dan beretika di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa kritik, masukan, dan aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam upaya penguatan tata kelola kampus.

“Namun, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, serta melalui kanal komunikasi yang terbuka dan konstruktif,” pinta Ishaq.

Terkait pengelolaan SPPG di lingkungan kampus, Ishaq mengatakan pihak rektorat tetap membuka ruang pengawasan dan kritik, baik dari mahasiswa maupun unsur masyarakat sipil lainnya.

Sebagai informasi, SPPG 14 Tamalanrea yang dikelola Unhas mulai beroperasi sekitar dua bulan lalu di kawasan kampus. (***)

Tinggalkan Balasan